Welcome To Komimer Site

Congratulation!!!! Have an enjoy and hot News whom we give just for you fans game and comic.....thank you was visit this blog site
[PlayStation 3/Xbox 360] Dante’s Inferno – EA/Visceral Games – Action-Adventure


Neraka… Ilustrasi yang paling tepat untuk menggambarkan tempat mengerikandimana para iblis dan jiwa-jiwa yang terbuang berkumpul. Menakutkan, tapi juga mengundang keingintahuan bagi manusia yang senantiasa berbuat dosa. Ingin tahu seperti apa suasana di neraka menurut Visceral Games? Ikutlah dengan Dante!



Menurut kepercayaan, segala dosa yang dipupuk pada akhirnya akan mengantar manusia pada apa yang disebut neraka. Dosa-dosa ini sendiri seperti yang kamu tahu adalah segala perbuatan jahat yang beraneka macam bentuknya. Nah, dalam Dante’s Inferno ini, neraka diilustrasikan terbagi atas sembilan tingkat lingkaran (Circles of Hell) dengan dasar dosa manusia pada masing-masingnya, seperti Lust, Gluttony, Greed, Anger, Violence, dan lain sebagainya. Adalah Dante (yang direka-adaptasikan dari nama Dante Alighieri, seorang penyair abad ke-14), seorang pejuang di masa Perang Salib III. Ia kini harus mengejar jiwa istrinya, Beatrice, yang tengah dalam kuasa Lucifer akibat perjanjian yang wanita itu buat sendiri. Demi menjaga nyawa suaminya yang tengah berperang, Beatrice membuat kesepakatan dengan si iblis. Seandainya Dante dapat menjaga kepercayaan yang istrinya yakini, maka Lucifer telah sepakat untuk membuat Dante kembali dengan selamat. Namun, apabila Dante mengkhianati kepercayaan yang istrinya yakini, maka jiwa Beatrice pun berhak jadi milik Lucifer. Dan sayangnya, Beatrice harus kecewa karena Dante tidak selurus yang ia yakini. Sesuai perjanjian, Beatrice pun harus menyerahkan jiwanya bagi sang penguasa neraka. Akan tetapi, cerita ini tentunya hanya akan sampai disitu saja jikalau Dante pasrah. Tidak terima dengan hal tersebut, ia memutuskan untuk mengejar Lucifer demi menyelamatkan jiwa istrinya. Sebagaimana dengan sembilan lingkaran neraka yang harus ia lalui untuk bisa sampai pada Lucifer, Dante juga akan dihadapkan dengan dosa-dosa yang pernah ia buat di semasa hidupnya. This is Dante’s Inferno…

Gameplay 7



Dante’s Inferno membawa kamu ke neraka sebagai Dante, yang bukan anak dari Sparda, pada aksi cinematic hack and slash yang telah lebih dulu dipopulerkan oleh God of War. Kamu mengendalikan karakter Dante dari sudut pandang third-person yang dipadukan dengan mekanisme fixed camera. Persis seperti God of War, mekanisme fitur semacam ini diberlakukan untuk menghidupkan nuansa sinematik dalam game. Selain itu, fitur lainnya yang juga akan mengingatkan kamu dengan game eksklusif Sony tersebut terletak pada bagian QTE-nya (quick-time events), yang mengharuskan kamu untuk menekan tombol yang tepat pada sequence bersifat sinematiknya. Di samping cerita yang menarik, kedua fitur semacam ini cukup dirasa menjadi kekuatan yang mendukung pembawaan sinematisasi cerita dan gameplay pada game-game dengan tipikal sejenis ini. Dengan adanya dua fitur paling menonjol yang sudah lebih dulu ada di game lain, patut disayangkan bahwa game ini kurang didukung dengan adanya inovasi baru yang mampu membuat game ini terkesan lebih segar. Akan tetapi, meskipun bisa dibilang telah meminjam elemen yang sudah lebih dulu ada, bukan berarti game ini mengecewakan untuk dimainkan.

Dante datang ke neraka bukan dengan tangan kosong. Ia dibekali dengan Death’s Scythe yang berhasil ia peroleh dari mengalahkan sang malaikat pencabut nyawa. Inilah senjata utama yang akan kamu pergunakan untuk beraksi di sepanjang game. Tidak sepenuhnya sama seperti game-game sejenis pada umumnya, fitur upgradable atau power-up untuk senjata tidak akan kamu temukan disini. Untuk memperkuat Dante di game ini, yang bisa kamu lakukan adalah membuka lebih banyak variasi jurus dan meningkatkannya. Seperti biasa, fitur semacam ini tentunya tidak bisa kamu peroleh secara cuma-cuma, namun juga tidak hanya membutuhkan sekedar uang untuk membukanya. Sejumlah souls yang kamu kumpulkan di dalam game ini bisa kamu pergunakan untuk membeli lebih banyak jurus yang terbagi atas dua kategori, yang keduanya baru akan bisa kamu buka melalui persyaratan holy dan unholy. Jadi, di dalam game ini kamu juga diharuskan untuk menentukan antara dua pilihan pada musuh-musuh yang kamu kalahkan dan jiwa-jiwa terbuang yang kamu temui, yaitu punish (menghukum) dan absolve (mengampuni). Dengan memutuskan punish, maka kamu akan mengisi level meter dengan warna merah (unholy). Sedangkan dengan memilih absolve, maka kamu akan mengisi level meter yang berwarna biru (holy). Semakin tinggi keduanya, maka pilihan skill yang bisa kamu beli dengan menggunakan souls pun lebih banyak.

Bersama dengan kamu di neraka adalah jiwa-jiwa dari orang-orang yang sudah sangat dikenal atas dosanya, seperti Pontius Pilate dan Judas si pengkhianat. Dengan bertemu mereka, Dante juga berhak untuk menentukan nasib mereka, entah itu dengan menghabisi jiwa mereka (punish) ataupun memberikan pengampunan (absolve) agar jiwa mereka tenang. Sesuatu yang cukup unik ada dengan memberikan pengampunan. Kamu akan dihadapkan dengan minigame ala game musik untuk menggambarkan proses penghapusan dosa yang Dante lakukan. Selain Death’s Scythe yang berperan sebagai senjata utama kamu, Dante juga mempunyai Holy Cross sebagai secondary weapon yang akan menguras mana. Sama halnya dengan Death’s Scythe, kekuatan Holy Cross juga tidak dapat di-upgrade, namun sejumlah skill yang mempergunakannya juga dapat dibuka dan ditingkatkan beberapa di antaranya. Selain kedua persenjataan bersifat melee dan mana, Dante juga akan didukung dengan adanya sejumlah relic yang bisa kamu temui di bagian-bagian tertentu game ini. Masing-masing relic tersebut mempunyai kegunaan suportif seperti meningkatkan daya tahan Dante terhadap serangan tertentu, memperkuat serangan combo Dante, dan lain sebagainya. Sebagai tambahan, sejumlah relic memiliki sifat upgradable yang bisa ditingkatkan dengan cara meng-equipnya dalam pertempuran.

Sama seperti game-game action-adventure sejenis pada umumnya, game ini juga tidak hanya sekedar memberikan tantangan button-mashing eksekusi combo pada musuh-musuh yang muncul menghalangi jalan kamu ke Lucifer. Sejumlah puzzle dan unsur platformer tipikal ala God of War juga akan kamu kembali temui di game ini. Ada kalanya kamu harus sedikit memutar otak untuk bisa melewati suatu tempat, atau berayun dari satu tempat ke tempat lain. Cukup umum. Isi neraka disini dipenuhi dengan musuh-musuh yang cukup membuat kesal apabila muncul secara terus-menerus. Hal yang sangat akan membuat frustasi pada tingkat kesulitan yang lebih daripada biasanya. Selain itu, salah satu hal yang juga cukup membuat kesal ada pada bagian platformer yang dibawakan dengan tampilan kamera yang terkadang agak kurang jelas dalam memperlihatkan sudut pandang.

Graphics 8

Kualitas grafis dari game ini bisa dibilang cukup baik. Frame rate dari game ini berjalan dengan cukup baik pada bagian in-game, meskipun masih ada kalanya slowdown masih terasa pada bagian-bagian tertentu bersama dengan kualitas CG-nya yang masih terasa agak kurang tajam alias masih belum dimaksimalkan. Sebagai keunikan visualisasi pada game ini adalah tampilan animasi yang memperlihatkan flashback dosa-dosa Dante yang lalu. Animasinya digambarkan dengan gaya klasik yang cukup khas bagi game ini. Sentuhan sinematik yang tidak bernilai original bagi game ini kembali menarik untuk disaksikan dengan adegan-adegan brutal yang sudah lebih dulu menjadi khas bagi Kratos dalam God of War. Yang penting untuk diperhatikan dari game ini adalah nuansa dewasa yang cukup banyak mengumbar unsur seksual di dalamnya. Dengan adanya hal semacam ini, so pasti game ini bukan game yang bisa dinikmati oleh semua kalangan usia. 18++


Sound 8



Detil suara pada game ini bisa dibilang berperan cukup baik dalam membawakan suasana neraka yang diilustrasikan. Ada kalanya kamu akan mendengarkan suara-suara ratapan atau teriakan mereka yang tersiksa dari kejauhan. Suara yang diperdengarkan oleh lingkungan di sekitar Dante terkesan cukup mendukung nuansanya. Voice acting juga dipertimbangkan memiliki kualitas yang cukup baik untuk mendukung pembawaan dramatisasinya. Sebagai pelengkapnya, BGM bergaya orkestral dengan paduan suara pun cukup memberi kesan yang tematis dalam game ini

Longevity 7



Jalan cerita dari game ini terhitung cukup standar dengan durasi yang bisa diperhitungkan dapat diselesaikan di bawah waktu sepuluh jam. Namun, dengan menyelesaikannya bukan berarti game kamu juga hanya akan sampai disitu saja. Setelah kamu menyelesaikan game ini sekali, kamu bisa melanjutkannya dengan memainkan mode yang baru terbuka. Resurrection Mode memungkinkan kamu untuk mengulang petualangan Dante dengan atribut yang sudah kamu peroleh pada sebelumnya, sedangkan Gates of Hell adalah fitur ala Survival Mode yang menguji kemampuan kamu dalam menghabisi rombongan musuh yang keluar dengan batasan waktu.

Editor’s Tilt 7



Dante’s Inferno diilhami dari bagian pertama sebuah sajak literatur Italia, The Divine Comedy, yang merupakan karya dari Dante Alighieri. Karya tersebut terbagi pada tiga bagian: Inferno, Purgatorio, dan Paradiso. Apabila sesuai, maka seperti yang bisa ditebak, petualangan Dante ini akan berakhir sebagai sebuah trilogi. Sebagai pengembang dari game yang mengusung genre sejenis dengan God of War, Visceral Games terbilang cukup baik dalam mengemas kisah petualangan epik Dante di neraka, namun juga terkesan kehabisan akal dalam menyajikan suatu inovasi baru yang tepat untuk diimplementasikan pada gameplay-nya. Mulai dari tampilan gameplay dengan fitur fixed camera, fitur QTE, pengembangan variasi skill, hingga elemen puzzle dan platformer-nya, hampir setiap bagian dari gameplay-nya terbilang sudah tidak segar lagi. Akan tetapi, meskipun absennya inovasi cukup dirasa menjadi nilai minus, keseluruhan game ini dikemas terhitung cukup baik dan cukup memberikan kepuasan bagi para penggemar game ‘keras’ semacam ini. Selagi God of War III masih belum tersedia untuk kamu mainkan, Dante’s Inferno tampaknya bisa kamu jadikan pilihan sebagai pemanasan. Sebelum kembali ke Olympus, nggak ada salahnya kalau kamu singgah sejenak untuk ‘mengacak-acak’ neraka… (LYR)


Reaksi: 
0 Responses

Posting Komentar

Weather This Day In My Location


For more widgets please visit www.yourminis.com

  • Jam

    Pengikut

    Search Article

    My Website Value

    Kumpulan Berita Game Dan Komik Terbaru Di Kilua 76's Fan Box